Gaya gesek sering dianggap sebagai suatu yang merugikan oleh sebagian besar orang. Membuat sandal menjadi tipis. Mengikis ban sepeda motor, dan lain sebagainya. Namun tahukah kita bahwa gaya gesek tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan memang dibutuhkan bagi kehidupan manusia?

dorong-lemari

Marilah kita tengok tempat dimana kita duduk, berdiri, berbaring, berjalan, dan melakukan aktivitas lainnya. Apakah kita dapat dengan mudah untuk beraktivitas tanpa terpeleset? Mengapa kita tidak terpeleset? Bagaimana kalau tidak ada gaya gesek antara kaki kita dengan lantai? Apakah gaya gesek sangat membantu aktivitas kita?

Marilah kita tengok motor yang yang sedang melaju di jalanan. Andaikan  di jalan kita beri oli, apa yang akan terjadi pada sepeda motor? Apakah gaya gesek bermanfaat pula untuk peristiwa ini? Sangat bermanfaat bukan?

Ketika kita mendorong meja, kursi, almari, ataupun sepeda motor, apakah akan  terasa lebih ringan ketika benda tersebut telah bergerak? Apakah kita merasa paling berat ketika benda tepat akan bergerak? Ya, hal tersebut dapat ditinjau dari jenis gaya geseknya.

Gaya gesek dibedakan menjadi dua jenis, yakni gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis, dari kata tersebut kita dapat tahu bahwa gaya gesek statis terjadi pada benda yang diam, sedangkan gaya gesek kinetis terjadi pada benda yang bergerak. Lalu bagaimanakah penjelasannya? Mari kita lihat grafik berikut :

gesek

Dari grafik terlihat bahwa gaya gesek statis (fs) terjadi ketika benda tepat akan bergerak, ditandai dengan puncak grafik, ketika benda telah bergerak maka akan terjadi gaya gesek kinetis yang besarnya selalu sama walaupun kita menambah gaya pada benda. Hal ini yang membuat kita merasa lebih berat mendorong benda yang tepat akan bergerak daripada mendorong benda yang telah bergerak, misalkan pada saat mendorong truk yang mogok di jalan. Selanjutnya bagaimana kuantisasi dari gaya gesek tersebut?

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa gaya gesek bergantung pada konstruksi nano permukaan benda (struktur Kristal benda) yang berinteraksi serta gaya normalnya (N). Sedangkan gaya normal bergantung pada massa benda dan kedudukan benda terhadap permukaan bumi, sejajar ataukah miring. Tingkat kekasaran permukaan benda yang berinteraksi terkuantisasi dalam suatu koefisien, yakni koefisien gaya gesek, yang selanjutnya dibagi menjadi dua, yakni koefisien gaya gesek statis (us), serta koefisien gaya gesek kinetis (uk.) Sehingga persamaan gaya geseknya adalah :

  1. Gaya gesek statis = us.N
  2. Gaya gesek kinetis = uk.N

gesek2

Gaya gesek arahnya selalu berlawanan dengan arah gaya eksternal yang diberikan pada benda. Adapun kerugian akibat adanya gaya gesek diantaranya adalah timbulnya panas ketika ada interaksi antar benda, sepatu dan ban menjadi aus, pintu yang berderit, dan sebagainya, namun kita juga tidak dapat berpindah dari tempat kita berada sekarang tanpa adanya gaya gesek, maka dari itu hendaknya kita sadar bahwa keteraturan yang begitu detilnya pada alam semesta ini adalah karunia Tuhan, Allah SWT. Sebagai orang yang diberi pengetahuan, semoga kita menyadarinya.(panji Gumilar)

UNY KEBANJIRAN

Posted: April 24, 2013 in artikel
Tags: , ,

banjirHujan  lebat yang mengguyur UNY dan sekitarnya pada hari ini (23 April 2013) hanya terjadi sekitar 1 jam (13.30-14.30), namun sudah memberikan dampak yang cukup terasa, yakni air membanjiri jalanan kampus dan sekitarnya. Apakah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah banjir tersebut? Marilah kita telaah sejenak.

Masalah yang  akan dicari pemecahannya adalah banjir yang terjadi di lingkungan kampus UNY apabila hujan deras mengguyur. Maka telaah kita akan dimulai dari variable-variabel yang mempengaruhi terjadinya banjir. Diantaranya adalah curah hujan, kondisi geografis serta tata kelola lingkungan. Tidaklah kita bisa mengatur curah hujan yang turun maupun kondisi geografis yang ada, namun kita bisa menelaah mengenai tata kelola lingkungan yang diterapkan. Maka dari itu untuk dapat membuat suatu system tata kelola yang baik, perlulah dipahami dahulu mengenai kondisi banjir yang sebenarnya.

Banjir dapat terjadi apabila lingkungan sudah tidak mampu menyerap air hujan, sehingga air menggenang di permukaan tanah, sesuai dengan karakteristik air yang mengalir ke keadaan potensial minimum (tempat yang rendah), serta keadaan permukaan air  yang rata-rata,  maka dapat diprediksi bahwa banjir akan terjadi pada tempat yang lebih rendah dari sekitar serta pada lingkungan yang tidak kurang peresapan.

Banyak orang berpikir bahwa pembangunan drainase yang baik akan mencegah banjir, mungkin pola pikir tersebut seharusnya mulai diubah, pembuatan saluran drainase baru akan membutuhkan space yang tidak sedikit, saluran drainase tidak dapat difungsikan untuk yang lain, serta pembuatannya memakan biaya yang tidak sedikit. Lagipula bukan tidak mungkin drainase hanya memindahkan titik banjir ke tempat yang lain. Maka dari itu perlulah dicari metode penanganan yang lebih tepat untuk mengatasi masalah ini.

banjir2

Alternatif yang dapat dilakukan mungkin adalah pembuatan peresapan. Penggantian Conblock berlubang serta biopori pada area parkir, dan taman akan lebih bermanfaat, selain dapat menyerap air hujan, space yang tersedia dapat digunakan untuk keperluan yang lain, tidak membutuhkan banyak perawatan, dan tentunya lebih mudah serta lebih murah dibandingkan dengan membuat saluran drainase baru, yang pada akhirnya mampu menguurangi banjir yang terjadi.pembangunan tidaklah dapat  dihentikan karena jaman semakin berkembang, namun seyogyanya pembangunan juga memikirkan aspek keseimbangan lingkungan.

images

Kampus adalah kawah candradimuka-nya kaum yang gemar berpikir dan berkarya, jika kita mau, dengan segala sumber daya yang dimiliki, kita mampu menyelesaikan masalah banjir ini. Berbagai rekayasa lingkungan yang lebih baik dapat dikembangkan oleh kita sendiri karena kita punya modal untuk itu. Bagaimana kita bisa mengabdi kepada masyarakat apabila kita tidak bisa menjaga pekarangan kita sendiri??.(Panji Gumilar)

pend. karakDalam periode sekarang ini dunia pendidikan di tanah air sedang gencar-gencarnya mendorong berjalannya pendidikkan karakter pada setiap jenjang sekolah. Pada  artikel ini saya mengemukakan suatu solusi yang apabila dijalankan  secara benar kemungkinan besar mampu menunjang pendidikan karakter yang sedang dijalankan oleh pemerintah, solusi tersebut yakni pendidikan agama dan pendidikan sains bagi tiap jenjang pendidikan.

Selama ini pendidikan agama hanya disampaikan dengan metode ceramah oleh para guru agama, padahal secara mendasar agama merupakan pedoman dalam kehidupan, bukan sebagai hafalan konsep-konsep yang hanya dituangkan dalam ceramah dan presentasi. Agama merupakan pedoman manusia dari mulai bangun tidur hingga bangun kembali, sehingga seharusnya mata pelajaran agama disampaikan dengan metode interaktif terbimbing yang pada akhirnya dapat dipahami oleh para siswa sebagai suatu pedoman yang benar, bukan sebagai hafalan. Agama memerintahkan manusia untuk membaca kejadian-kejadian di alam semesta ini dengan penuh kesadaran akan penghambaan pada sang pencipta sehiingga menumbuhkan kesadaran dalam berperilaku terpuji sesuai tuntunan agama.

Seiring dengan pendidikan agama, maka perlulah adanya pendidikan sains yang memadai sebagai sarana mengembangkan sikap ilmiah dalam diri siswa sejak dini, sikap ilmiah adalah membiasakan siswa dalam bertanggung jawab, jujur, berpikir kritis, serta memiliki sikap menghargai karya ataupun pendapat orang lain. Yang pada akhirnya sikap ilmiah akan menghindarkan manusia dari berpikir picik, licik, dan arogan. Pendidikan sains sebenarnya tidaklah bisa lepas dari pendidikkan agama, karena sains merupakan bagian dari agama. Amat piciklah orang yang berusaha memisahkan sains dari agama, karena sains merupakan salah satu pembuktian bagi manusia tentang keberadaan sang pencipta, sehingga pemahaman akan sains akan meningkatkan kadar keimanan seseorang. Yang pada akhirnya akan lebih memantapkan karakter seseorang.

Pendidikan kewarganegaraan memang wajib diberikan, namun tidaklah perlu ditambah lagi jam pelajarannya, karena pendidikan kewarganegaraan sifatnya adalah memberi wawasan bahwa kita dalam bingkai NKRI yang wajib kita jaga yang sebetulnya kosep tentang bela Negara-pun sudah termaktub dalam pendidikan agama, namun pendidikan kewarganegaraan adalah suatu ke-khas-an dari Negara kita sehingga wajib uuntuk diajarkan, namun sekali lagi kurang tepat rasanya menambah jam pendidikan kewarganegaraan. Dan akan lebih tepat jikalau jam pembelajaran agama dan sains yang ditambah di sekolah-sekolah.(panji gumilar)

mikro“Kamu masih salah konsep mas/mbak” Itu kata-kata yang terucap dari dosen pembimbing microteaching ketika membimbing mahasiswa microteaching. Hampir dari setiap kelas microteaching yang diselenggarakan, sebagian besar mahasiswa yang mengikuti masih mengalami salah konsep dalam penyampaian materinya.

Microteaching yang seharusnya membiasakan para mahasiswa dalam menerapkan teori-teori pembelajaran yang dipelajari malah menjadi seperti kelas ujian lisan konsep-konsep fisika. Konsep-konsep fisika yang akan diajarkan harusnya telah secara matang dibahas dan dikuasai oleh para mahasiswa dari perkuliahan semester – semester sebelumnya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apa yang  seharusnya dilakukan untuk meminimalisir hal tersebut?

Menurut hemat saya, kesalahan konsep yang terjadi disebabkan oleh dua faktor yang dominan, yakni kekurang tepatan dosen pengampu mata kuliah dalam memilih metode pembelajaran, serta dimungkinkan penataan kurikulum yang belum maksimal.

Terkadang dosen kurang tepat dalam memilih metode pembelajan. Untuk membelajarkan mahasiswa calon guru diperlukan metode yang berbeda dari metode yang digunakan untuk membelajarkan mahasiswa yang bukan calon guru. Mahasiswa calon guru dituntut untuk paham konsep dari materi pembelajaran, mampu mengaplikasikannya, serta mampu untuk menyampaikannya kepada orang lain dengan bahasa yang mudah dipahami. Sehingga dalam memilih metode pembelajaran, hendaknya para dosen menilik karakter dari materi yang akan disampaikan serta karakter jurusan, ketika membelajarkan mahasiswa calon guru, mengingat karakteristik materi dan jurusannya, kurang tepat ketika memilih metode ceramah murni, hendaknya metode pembelajaran dimodifikasi sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dan penguasaan keterampilan bersosialisaasi dapat dimunculkan.

Alternatif yang mungkin dapat diimplementasikan selanjutnya adalah penambahan jam microteaching. Pelaksanaan microteaching dapat ditambah menjadi satu tahun pelajaran (dua semester) sehingga kesalahan konsep dapat diminimalisir dan akhirnya perguruan tinggi mampu mencetak guru yang professional. Hal ini dapat dipahami karena sangatlah sulit mencetak guru yang professional dalam jangka waktu 6 bulan dengan 16 kali tatap muka, padahal untuk membiasakan suatu perilaku dibutuhkan waktu dengan orde tahunan. Memang membutuhkan waktu lulus yang lebih lama, namun kenapa tidak apabila demi kemajuan pendidikan Indonesia? Dalam hal biaya dan seleksi calon guru adalah menjadi kebijakan pembuat kebijakan sehingga keputusan bisa diterima oleh berbagai pihak.

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi perkembangan pendidikan Indonesia. (panji Gumilar)

Manchester United v Real Madrid - UEFA Champions League Round of 16

Ketika saya terbangun dini hari tadi untuk menyaksikan duel terbaik minggu ini antara Manchester United  Vs Real madrid yang tersaji di ‘Theater of  Dream’ dalam lanjutan perdelapan final Liga Champion leg kedua, ternyata pertandingan telah memasuki babak kedua. Ada perasaan menyesal ketika saya melewatkan babak pertama. Sebagai penggemar MU sejak kecil, wajar bila saya tidak ingin melewatkan pertandingan yang begitu menarik tersebut.

menit ke -45 dan waktu terus berjalan, dari sudut pandang saya, MU ternyata tidak menggunakan strategi defensif seperti yang dikatakan kebanyakan orang. MU ternyata menggunakan strategi yang sangat menarik ala Fergie, yakni permainan efektif, tidak banyak memainkan bola, namun counter attack-nya sangat mematikan dengan menempatkan Van Persie sebagai Targetment sehingga barisan sayap dan wing back mampu bergerak leluasa hingga ke jantung pertahanan lawan dan mengirim umpan kedepan gawang musuh.

menit ke-55-an Madrid mendapat giliran melakukan serangan. Dimotori oleh Higuain, serangan meluncur cepat melalui sisi kiri lapangan, namun serangan tersebut dapat dihalau oleh rapatnya barisan pertahanan MU  yang dimotori oleh Evra, bola melambung  dan diterima oleh Nani. disinilah petaka terjadi..

Arbeloa datang dari belakang dan menabrak Nani, mereka terjatuh,, namun wasit memberi kartu merah terhadap nani. tidak tahu apa alasan wasit, namun ketika dilihat di tayangannya, justru Arbeloala-lah yang menabrak nani yang telah memegang bola..

semua boleh beropini, namun keputusan wasit adalah segalanya.. GGMU..