PENDIDIKAN AGAMA DAN SAINS SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PENDIDIKAN KARAKTER

Posted: March 27, 2013 in artikel, kependidikan
Tags: , ,

pend. karakDalam periode sekarang ini dunia pendidikan di tanah air sedang gencar-gencarnya mendorong berjalannya pendidikkan karakter pada setiap jenjang sekolah. Pada  artikel ini saya mengemukakan suatu solusi yang apabila dijalankan  secara benar kemungkinan besar mampu menunjang pendidikan karakter yang sedang dijalankan oleh pemerintah, solusi tersebut yakni pendidikan agama dan pendidikan sains bagi tiap jenjang pendidikan.

Selama ini pendidikan agama hanya disampaikan dengan metode ceramah oleh para guru agama, padahal secara mendasar agama merupakan pedoman dalam kehidupan, bukan sebagai hafalan konsep-konsep yang hanya dituangkan dalam ceramah dan presentasi. Agama merupakan pedoman manusia dari mulai bangun tidur hingga bangun kembali, sehingga seharusnya mata pelajaran agama disampaikan dengan metode interaktif terbimbing yang pada akhirnya dapat dipahami oleh para siswa sebagai suatu pedoman yang benar, bukan sebagai hafalan. Agama memerintahkan manusia untuk membaca kejadian-kejadian di alam semesta ini dengan penuh kesadaran akan penghambaan pada sang pencipta sehiingga menumbuhkan kesadaran dalam berperilaku terpuji sesuai tuntunan agama.

Seiring dengan pendidikan agama, maka perlulah adanya pendidikan sains yang memadai sebagai sarana mengembangkan sikap ilmiah dalam diri siswa sejak dini, sikap ilmiah adalah membiasakan siswa dalam bertanggung jawab, jujur, berpikir kritis, serta memiliki sikap menghargai karya ataupun pendapat orang lain. Yang pada akhirnya sikap ilmiah akan menghindarkan manusia dari berpikir picik, licik, dan arogan. Pendidikan sains sebenarnya tidaklah bisa lepas dari pendidikkan agama, karena sains merupakan bagian dari agama. Amat piciklah orang yang berusaha memisahkan sains dari agama, karena sains merupakan salah satu pembuktian bagi manusia tentang keberadaan sang pencipta, sehingga pemahaman akan sains akan meningkatkan kadar keimanan seseorang. Yang pada akhirnya akan lebih memantapkan karakter seseorang.

Pendidikan kewarganegaraan memang wajib diberikan, namun tidaklah perlu ditambah lagi jam pelajarannya, karena pendidikan kewarganegaraan sifatnya adalah memberi wawasan bahwa kita dalam bingkai NKRI yang wajib kita jaga yang sebetulnya kosep tentang bela Negara-pun sudah termaktub dalam pendidikan agama, namun pendidikan kewarganegaraan adalah suatu ke-khas-an dari Negara kita sehingga wajib uuntuk diajarkan, namun sekali lagi kurang tepat rasanya menambah jam pendidikan kewarganegaraan. Dan akan lebih tepat jikalau jam pembelajaran agama dan sains yang ditambah di sekolah-sekolah.(panji gumilar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s